Harusnya kau ingat ini...
Kamis, 28 Agustus 2014
Kepada Calon Putraku Kelak :
Hai sayang...
Apa kabarmu yang masih dipelukan Tuhan? kau tidak nakal kan?
Suatu hari jika Dia menitipkanmu padaku, Aku akan menjadi pemelihara yang baik untukmu, mengamati pola bertumbuhmu dari waktu ke waktu,
Memperhatikan pola makanmu dengan baik, apalagi ketika kamu sedang rewel saat gigi barumu mulai tumbuh.
Aku akan menyiapkan makanan yang bergizi buatmu, kalau sudah dewasa nanti, kau anak laki-laki yang berkegiatan banyak, jadi kupikir aku harus matang-matang menjaga apa yang akan kau makan.
Aku akan setia menunggu kau dan ayahmu pulang dari rutinitas diluar rumah, walaupun kadang ketiduran, tapi aku tidak bisa benar-benar tidur sebelum kalian pulang dengan aman.
Aku akan berusaha menjadi pembimbing bagimu, mengarahkan, bukan mengekang.
Menjadi orang tua itu berat sayang.. karenanya maaf jika caraku kadang membuatmu jengkel karena kau adalah bentuk pertanggung jawabanku dengan ayahmu kelak dihadapan Tuhan.
Aku juga akan mengajarkanmu bagaimana cara memperlakukan perempuan dengan baik,
Hargailah mereka sebagai bentuk penghormatan kepada ibumu sendiri, bukankah kau juga terlahir dan tumbuh dari kasih sayang seorang perempuan? Perempuan itu sederhana sayang, kau hanya cukup memahaminya, itu saja.
Nak.. Mungkin ada saatnya kau kehilangan arah, tapi aku percaya, kau selalu tahu, dimana bisa menemukan jalan pulang.
Jagoanku... jadi anak yang baik ya, aku sudah mencintai kau dan ayahmu mulai dari sekarang.
Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda...
Apa kabarmu yang masih dipelukan Tuhan? kau tidak nakal kan?
Suatu hari jika Dia menitipkanmu padaku, Aku akan menjadi pemelihara yang baik untukmu, mengamati pola bertumbuhmu dari waktu ke waktu,
Memperhatikan pola makanmu dengan baik, apalagi ketika kamu sedang rewel saat gigi barumu mulai tumbuh.
Aku akan menyiapkan makanan yang bergizi buatmu, kalau sudah dewasa nanti, kau anak laki-laki yang berkegiatan banyak, jadi kupikir aku harus matang-matang menjaga apa yang akan kau makan.
Aku akan setia menunggu kau dan ayahmu pulang dari rutinitas diluar rumah, walaupun kadang ketiduran, tapi aku tidak bisa benar-benar tidur sebelum kalian pulang dengan aman.
Aku akan berusaha menjadi pembimbing bagimu, mengarahkan, bukan mengekang.
Menjadi orang tua itu berat sayang.. karenanya maaf jika caraku kadang membuatmu jengkel karena kau adalah bentuk pertanggung jawabanku dengan ayahmu kelak dihadapan Tuhan.
Aku juga akan mengajarkanmu bagaimana cara memperlakukan perempuan dengan baik,
Hargailah mereka sebagai bentuk penghormatan kepada ibumu sendiri, bukankah kau juga terlahir dan tumbuh dari kasih sayang seorang perempuan? Perempuan itu sederhana sayang, kau hanya cukup memahaminya, itu saja.
Nak.. Mungkin ada saatnya kau kehilangan arah, tapi aku percaya, kau selalu tahu, dimana bisa menemukan jalan pulang.
Jagoanku... jadi anak yang baik ya, aku sudah mencintai kau dan ayahmu mulai dari sekarang.
Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda...
Kamis, 21 Agustus 2014
Kepada Calon Putriku Kelak :
Hai sayang,
mungkin saat ini kau masih dipelukan Tuhan, tapi suatu hari nanti, jika Dia menitipkanmu padaku…
Aku akan menjadi pengasuh yang baik bagimu, memperhatikan pola tumbuh kembangmu setiap waktu, bahkan saat aku sedang kelelahan dalam bekerja.
Aku akan belajar menjadi guru kehidupan yang terbaik buatmu, memberikanmu pelajaran untuk menghargai orang lain, dan yang lebih penting lagi, menghargai dirimu sendiri.
Aku akan menjadi dokter yang hebat, yang selalu siaga 24 jam menjaga serta memberikan gizi yang baik ketika menyiapkan makanan untukmu dan ayahmu.
Aku akan menjadi pendengar yang sabar untukmu nak… ketika kamu mengeluhkan beberapa hal yang tidak baik yang kau lihat diluar sana.
Aku akan menjadi designer yang baik untukmu, yang memilihkan tatanan rambut yang cocok sampai memastikan seragammu rapi saat ke sekolah.
Aku akan menjadi motivator ketika kau sedang tidak semangat menjalani hidup ini, memahami bukan memarahi, mengerti namun tak memanjakan,
Nak,
Bilang pada ayahmu, aku mencintai kalian.
Baik-baik disana ya, sampai ketemu suatu hari nanti…
Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda.
Aku akan menjadi pengasuh yang baik bagimu, memperhatikan pola tumbuh kembangmu setiap waktu, bahkan saat aku sedang kelelahan dalam bekerja.
Aku akan belajar menjadi guru kehidupan yang terbaik buatmu, memberikanmu pelajaran untuk menghargai orang lain, dan yang lebih penting lagi, menghargai dirimu sendiri.
Aku akan menjadi dokter yang hebat, yang selalu siaga 24 jam menjaga serta memberikan gizi yang baik ketika menyiapkan makanan untukmu dan ayahmu.
Aku akan menjadi pendengar yang sabar untukmu nak… ketika kamu mengeluhkan beberapa hal yang tidak baik yang kau lihat diluar sana.
Aku akan menjadi designer yang baik untukmu, yang memilihkan tatanan rambut yang cocok sampai memastikan seragammu rapi saat ke sekolah.
Aku akan menjadi motivator ketika kau sedang tidak semangat menjalani hidup ini, memahami bukan memarahi, mengerti namun tak memanjakan,
Nak,
Bilang pada ayahmu, aku mencintai kalian.
Baik-baik disana ya, sampai ketemu suatu hari nanti…
Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda.
Langganan:
Postingan (Atom)