"Bila kamu berpaling karena mengira aku tak lagi peduli, pulanglah.. karena hatiku gagal melakukannya."
Jumat, 29 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
Kepada kamu; yang selama 16 bulan ini menemani saya.
Saat kau tengok rona senja yang memecahkan merah,
Masih adakah bayangku disana?
Menari-nari menerbangkan memori, Membuatmu bahagia, lebih dari ketika kau bersama diri sendiri.
Menyimpan tawa, berkolaborasi, hingga bersenyawa nyata.
Melahirkankan anak-anak rindu yang melenyapkan pilu.
Barangkali inilah keindahan yang dibingkiskan Tuhan,
Dalam sebuah skenario yang melibatkan kita,
Semoga pemeran utamanya masih kamu selamanya.
Sebab, senyummu adalah alasan, pijar bintang di langit hatiku terus menyala.
Jumat, 01 November 2013
Kita (tak lagi) sehati
Aku berjalan di ujung pagi,
Sedang kamu, disana mulai terlelap dengan diri sendiri
Aku menunggu hingga lembayung pekat,
Sedang kamu,
disana mulai bergulat dengan keringat
Mengabaikan senja yang tampil memikat
Kita memang begitu sehati
Tapi itu hanya tinggal imajinasi
Atau barangkali kita butuh introspeksi
Untuk sekedar menyelamatkan rasa agar tidak mati
Dan kini...
Seluas jarak yang membentang
Sebagaimana kamu yang kian jauh dari jangkauan.
Sedang kamu, disana mulai terlelap dengan diri sendiri
Aku menunggu hingga lembayung pekat,
Sedang kamu,
disana mulai bergulat dengan keringat
Mengabaikan senja yang tampil memikat
Kita memang begitu sehati
Tapi itu hanya tinggal imajinasi
Atau barangkali kita butuh introspeksi
Untuk sekedar menyelamatkan rasa agar tidak mati
Dan kini...
Seluas jarak yang membentang
Sebagaimana kamu yang kian jauh dari jangkauan.
Langganan:
Postingan (Atom)