Tuhan... Apakah aku menyebut nama orang yang salah?
Dalam setiap lima waktu,
usai dzikir tengadahkan tangan penuh pengharapan, maupun kala isak tangisku membuncah?
Apakah aku keliru?
Ataukah aku terlalu pengecut tak bisa menerima kekalahan?
Tak juga kutemukan jawaban, karena barangkali yang kubutuh hanya mengikhlaskan.
Ketika rencanaku tak berjalan sesuai apa yang Kau inginkan.
Jakarta, 28 Oktober 2014