Jumat, 23 Januari 2015

Tuhan... apakah aku menyebut nama orang yang salah?

Tuhan... Apakah aku menyebut nama orang yang salah?

Dalam setiap lima waktu,
usai dzikir tengadahkan tangan penuh pengharapan, maupun kala isak tangisku membuncah?
Apakah aku keliru?
Ataukah aku terlalu pengecut tak bisa menerima kekalahan?

Tak juga kutemukan jawaban, karena barangkali yang kubutuh hanya mengikhlaskan.
Ketika rencanaku tak berjalan sesuai apa yang Kau inginkan.

Jakarta, 28 Oktober 2014

Selasa, 13 Januari 2015

Kita adalah kolaborasi sepi yang dinikahkan melalui kehilangan
Pada perjamuan patah hati ketika dia lelap bergumul dengan kegelisahan
Barangkali seperti daun-daun berguguran yang saling merelakan
Luka ini hanya sedang bermetamorfosa, sayang...
Karena kelak akan kita rengkuh bahagia dengan tenang
Dengan sebenar-benarnya hadiah dari Tuhan....