Kamis, 28 Juli 2016

"Beberapa orang hanya bertindak sebagai pemeran figuran dalam kehidupan seseorang,
mengindahkan, memberi warna, sampai akhirnya pemeran utama datang, dia tenggelam"
"Kiranya ada waktu untuk bertemu berapa-berapa tahun yang lalu,
Aku ingin satu-satunya mencintaimu dibanding semua masa laluku"

Selasa, 03 Mei 2016

Saya,
Sebenarnya
sudah lelah
Mengeluarkan air mata
Tapi bagaimana,
Menyerah bukanlah pilihan bijaksana

Jadi bolehkah,
Saya
Bersembunyi dibalik luka?

Selasa, 08 Maret 2016

Suatu hari saat Kematian menikahiku,
semoga semua orang bisa tersenyum dengan baik ketika mengenangku.
Hidup yang sesingkat ini, aku sudah bertunang dengan Kematian,
namun diri ini masih jauh dari kebaikan.
Sedih itu, ketika fisikmu berangsur-angsur melemah
Namun mengeluhpun, hanya segan yang dirasa

Kenapa (sempat) berhenti menulis?

"Kenapa berhenti menulis?"

Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh beberapa teman dalam beberapa situs social media, ketika saya memulai mencoba aktif lagi.
dan ironisnya, saya juga bingung bagaimana menjawabnya.
Seolah mengkambing hitamkan kesibukan dalam pekerjaan, saya berusaha mencari pembenaran dari alasan-alasan yang saya hadirkan.
Begitupun pula dengan hidup, kadang kita terlalu sering memberikan alasan-alasan yang membuat untuk membenarkan tindakan kita, padahal jika kita pahami, alasan-alasan tersebut tidak akan membuat kita untuk lebih baik lagi. Alasan-alasan tersebut mungkin akan menyelamatkan kita tapi tidak untuk menenangkan.

Kembali lagi pada kalimat pertama, lebih dalam lagi, tulisan bagi saya adalah media, untuk rasa-rasa yang tak tersampaikan yang kadang memang sulit saya ungkapkan.
Dan itu membantu menemukan diri saya sendiri, maka ketika saya berhenti melakukannya, sayapun merasa kehilangan diri sendiri juga.

Jadi, masih ingin berhenti menulis? *self talk*