Minggu, 28 Desember 2014

Kepadamu, Lelaki Dalam Jarak 689 km Dari Jangkauan Saya :

Aku suka berbicara denganmu, bukan karena suaramu merdu, tapi karena ada ceria yang kau bingkiskan dari partikel magnetik lewat suara dalam telepon selulerku.
Aku suka mengobrol lama dalam ruang chat, sampai salah satu dari kita ketiduran.
Aku suka cemburumu yang kekanak-kanakan, ketika ada lelaki lain menghubungiku,
Aku suka sikapmu, yang super cerewet gara-gara aku lupa meletakkan dimana obatku.
Aku suka, suka sekali.

Teruntuk kamu, Terbaik yang tidak pernah aku miliki.

Senin, 22 Desember 2014

Jumat, 12 Desember 2014

Malam Ini Puisiku Menangis

Malam ini puisiku menangis,
Entah apa penyebabnya...
Yang jelas bukan kau yang menggoreskan lara
Yang jelas bukan dia yang pergi tanpa permisi
Yang jelas bukan kau yang mengundurkan diri ketika kucoba merengkuh berlari

Malam ini puisiku menangis
Tidak seperti malam-malam sebelumnya,
Yang walaupun terluka, dia tampak baik-baik saja
Yang walaupun dihunjam, dia masih bisa tersenyum diam
Yang walaupun di buang, dia masih terlihat tenang

Malam ini puisiku menangis,
Karena kebahagiaan telah lahir dari rahim kegelisahan
Yang tersembunyi dari keharuan dari diri yang dalam
Tak perlu terlalu dirisaukan
Sebab cinta selalu menemukan jalan pulang.

Kamis, 11 Desember 2014

Dengan siapapun yang kau perjuangkan setelah aku, jaga dia baik-baik. Karena lelaki harusnya menyadari, cinta tak semain-main itu.
Karena semua ingatan tentangmu dipenuhi luka, baiknya kuanggap kau tidak pernah ada saja.
Pada akhirnya, setiap hati yang patah, akan menemukan keterbiasaannya pada luka.

Selasa, 02 Desember 2014

Pada akhirnya.. cinta hanya akan mengajarkan menerima, 
bahwa selamanya yang mereka janjikan,
tak lebih dari sementara belaka.
Tidak peduli sebanyak apa luka yang sudah kau dera. Karena suatu hari kau akan heran, kenapa aku bisa lebih baik-baik saja.
Jika sewaktu-waktu kamu rapuh, ingat.. dulu kau juga pernah jatuh, namun masih bisa berdiri dengan utuh.

Minggu, 16 November 2014

Di langit-langit puisi, kesedihan berpesta merayakan sepi. ;
Di dinding-dinding air mata, bahagia terharu menikahi rindu.

Selasa, 21 Oktober 2014

Yang terang-terangan kau lukai, bisa jadi yang paling tulus mencintai. Hati-hati...

Selasa, 09 September 2014

Falling In Love At A Coffee Shop

 



"Saya pernah mengalami  jatuh cinta di tiga coffee shop yang berbeda, dan ketiganya adalah kepada orang yang sama..."

Kamis, 28 Agustus 2014

Harusnya kau ingat ini...

Kepada Calon Putraku Kelak :

Hai sayang...
Apa kabarmu yang masih dipelukan Tuhan? kau tidak nakal kan?
Suatu hari jika Dia menitipkanmu padaku, Aku akan menjadi pemelihara yang baik untukmu, mengamati pola bertumbuhmu dari waktu ke waktu,
Memperhatikan pola makanmu dengan baik, apalagi ketika kamu sedang rewel saat gigi barumu mulai tumbuh.
Aku akan menyiapkan makanan yang bergizi buatmu, kalau sudah dewasa nanti, kau anak laki-laki yang berkegiatan banyak, jadi kupikir aku harus matang-matang menjaga apa yang akan kau makan.
Aku akan setia menunggu kau dan ayahmu pulang dari rutinitas diluar rumah, walaupun kadang ketiduran, tapi aku tidak bisa benar-benar tidur sebelum kalian pulang dengan aman.
Aku akan berusaha menjadi pembimbing bagimu, mengarahkan, bukan mengekang.
Menjadi orang tua itu berat sayang.. karenanya maaf jika caraku kadang membuatmu jengkel karena kau adalah bentuk pertanggung jawabanku dengan ayahmu kelak dihadapan Tuhan.
Aku juga akan mengajarkanmu bagaimana cara memperlakukan perempuan dengan baik,
Hargailah mereka sebagai bentuk penghormatan kepada ibumu sendiri, bukankah kau juga terlahir dan tumbuh dari kasih sayang seorang perempuan? Perempuan itu sederhana sayang, kau hanya cukup memahaminya, itu saja.
Nak.. Mungkin ada saatnya kau kehilangan arah, tapi aku percaya, kau selalu tahu, dimana bisa menemukan jalan pulang.

Jagoanku... jadi anak yang baik ya, aku sudah mencintai kau dan ayahmu mulai dari sekarang.

Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda...

Kamis, 21 Agustus 2014

Kepada Calon Putriku Kelak :

Hai sayang,
mungkin saat ini kau masih dipelukan Tuhan, tapi suatu hari nanti, jika Dia menitipkanmu padaku…
Aku akan menjadi pengasuh yang baik bagimu, memperhatikan pola tumbuh kembangmu setiap waktu, bahkan saat aku sedang kelelahan dalam bekerja.
Aku akan belajar menjadi guru kehidupan yang terbaik buatmu, memberikanmu pelajaran untuk menghargai orang lain, dan yang lebih penting lagi, menghargai dirimu sendiri.
Aku akan menjadi dokter yang hebat, yang selalu siaga 24 jam menjaga serta memberikan gizi yang baik ketika menyiapkan makanan untukmu dan ayahmu.
Aku akan menjadi pendengar yang sabar untukmu nak… ketika kamu mengeluhkan beberapa hal yang tidak baik yang kau lihat diluar sana.
Aku akan menjadi designer yang baik untukmu, yang memilihkan tatanan rambut yang cocok sampai memastikan seragammu rapi saat ke sekolah.
Aku akan menjadi motivator ketika kau sedang tidak semangat menjalani hidup ini, memahami bukan memarahi, mengerti namun tak memanjakan,
Nak,
Bilang pada ayahmu, aku mencintai kalian.
Baik-baik disana ya, sampai ketemu suatu hari nanti…

Peluk hangat,
Dari seseorang yang suatu hari kau panggil Bunda.

Senin, 18 Agustus 2014

“Aku sakit, hatiku terkapar… Kehilanganmu, hal yang tak pernah kuprediksi sebelumnya. Kini, meski lukaku masih meradang, 
Senyum terbaik harus terus aku tampilkan.”

Jumat, 18 Juli 2014

Bukannya aku tidak bisa melupakanmu,
 
Tapi


kenanganmu terlalu kuat,
untuk tidak diingat...

Rabu, 02 Juli 2014

Surat Kepada Mantan Pacar


Dear V,
Aku tidak akan bertanya bagaimana kabarmu, karena kulihat hidupmu sangat baik akhir-akhir ini, syukurlah..
Aku turut berbahagia…

Aku tidak akan mengingatkan hari-hari yang sudah kita lalui dulu,
Jangan khawatir, aku juga tidak mau membuatmu menangis karena rasa bersalahmu.
Cukup kau tahu, bagaimana aku menjagamu, dulu…
Sampai akhirnya kamu pergi…

Menyerah,

Dan berkata “Kau pantas bersama dengan lelaki yang lebih baik dariku”
Aku tersingkir,
Kamu pergi…
Dan kita “mati”

Udara bulan Juli waktu itu bertiup nyeri,
3 tahun terlewati sia-sia
Dan kamu mempersilahkanku pergi begitu saja,

Beberapa musim berlalu, kita bertatapan sebagai seorang teman pada akhirnya
Dan aku cukup senang kau malah menata hidupmu jauh lebih baik dari pada bersamaku dulu, aku bersyukur…

Hari ini, di bulan Juli…
Aku merasakan perasaan itu (lagi)
Bahkan lebih hebat dari apa yang kurasakan denganmu dulu…
Duniaku seketika gelap,

Kau tahu betul kan bagaimana aku menyukainya?
Bahkan kau sempat heran, bagaimana dengan cepat perasaanku berpindah.
Dan kau tahu? Seseorang yang kupikir lebih hebat darimu itu juga menyerah dengan alasan yang sama denganmu.
Hidup kadang selucu ini…

Semoga dia juga sama denganmu yang hidupnya baik-baik saja, setelah mempersilahkanku pergi juga.

Salamku untuk pacar barumu (kelak),
Doakan aku segera beranjak ya…



Cinta Sesungguhnya


Kau tahu apa itu jatuh cinta?
Mereka bilang jatuh cinta itu menyukai
Mereka bilang jatuh cinta itu mengagumi
Tapi kurasa tidak
Lebih dari itu, jatuh cinta bukanlah sebuah ketertarikan fisik
Bukan karna dia apa atau bagaimana
Aku tidak tahu perasaan apakah ini
Yang aku tahu hanya,
Dia indah....
Dan aku sudah ingin menjaganya sejak pertama kali mengenalnya, mendengar semua ceritanya
Mengetahui semua kelemahan dan kekurangannya,
Lalu kami berjalan beriringan dan menggenapkan aku dan dia menjadi sebuah KAMI

Hari ini kumulai merasa cinta,
Ada perbedaan besar antara "jatuh cinta pertama kali" dengan "jatuh cinta dengan sungguh-sungguh"
Karna cinta selalu tahu, siapa yang pantas untuk disambut...

Perihal Jatuh Cinta

Aku tidak pernah merencanakan untuk jatuh cinta,
Tidak pernah punya keinginan untuk merasakan musim bercinta lagi
Merasakan hati berbunga-bunga dan wajah merah merona
Dengan debaran jantung yang lebih kencang dari biasanya ketika berinteraksi dengannya
Aku tidak pernah bermaksud untuk menyukainya
Pada pemilik senyum indah itu
Pada pemilik mata yang teduh dalam tatapan hangat yang bisa meluluhkan segalanya
Tapi aku sungguh menyukainya
Aku tidak pernah berniat untuk memperhatikannya
Tapi entah sejak kapan, setiap apa yang dia lakukan menjadi begitu penting bagiku
Aku tidak tahu kenapa
Tapi perhatiannya sungguh mempesonaku
Hari itu untuk pertama kalinya
Kumulai merasa manisnya jatuh cinta
Pada dia yang indah...

Selasa, 27 Mei 2014

"Tidak akan benar-benar kamu merasa seorang perempuan itu penting, sebelum akhirnya kamu melihatnya jatuh cinta pada sosok yang lain."

Sabtu, 24 Mei 2014

Kita?

Seringkali kita melakukan sesuatu yang membuat orang yang kita cintai sedih, membuatnya marah, membuatnya merasa tidak dianggap ada, namun (sering juga) kita tidak pernah menyadari itu.
Kita selalu memikirkan diri sendiri, menjunjung tinggi keegoisan diri, dan merasa hanya kita yang mempunyai hati.

Kita terlalu larut dengan bagaimana cara menyenangkan diri sendiri, sampai kita lupa, bahwa ada orang yang menunggu untuk merayakan kebahagiaan dengan kita juga.

Kita sibuk dengan diri kita, kita terlalu polos mengira semua orang akan (selalu) nyaman dengan kita.
Kita mulai berhenti mendengar, berhenti memahami, berhenti peka dengan situasi.
Sampai akhirnya disuatu pagi, kita melihatnya melangkah pergi, dan menjelma menjadi kenangan yang tidak akan pernah kembali. Bukan karena berhenti mencintai, tapi ada yang lebih penting diselamatkan daripada sekedar jatuh hati.

Minggu, 18 Mei 2014

"Tidak keren seorang laki-laki yang suka membuat perempuannya cemburu, karena perasaan tidak untuk diadu."

Rabu, 23 April 2014

Untuk Kamu:

Menjauhlah jika ingin menjauh,
Menghilanglah jika mau menghilang,
Dan temukanlah seseorang yang kaupikir lebih membuat nyaman,
Kemudian.. segeralah kembali sesaat setelah kau menyadari,
Bahwa hatikulah jalan pulang yang tak terganti...

Jumat, 07 Maret 2014

Ketika Aku Bukanlah “Aku”

Lepas dari drama satu babak kemarin, hidupku kembali
berjalan normal. Menjalani hari-hari seperti biasa, dan 
bahkan aku memutuskan mengambil kesibukan yang 
luar biasa, kesibukan yang kubentuk sendiri untuk 
 mengalihkan beberapa hal yang menyedihkan, 
pada skenario kehidupan.
Berkaca dari rencana sebelumnya, seharusnya aku tidak 
berada di kota ini lagi, seharusnya pula aku memulai 
hidupku dari nol, menjauhkan diri dari beberapa 
orang yang terlalu sibuk mengurus masalah orang lain 
daripada diri mereka sendiri.

Hidup bersama sedikit orang yang mengenalku lalu larut 
didalamnya, sepertinya lebih menenangkan daripada bersama 
mereka yang (sok) peduli, namun sebenernya menjadikan 
hidup orang lain sebagai konsumsi pribadi.

Hari ini, beberapa hari setelah rencana yang kususun gagal, 
aku (masih) menenggelamkan diri pada perayaan sepi, 
tentu rasanya akan berbeda jika seseorang bersedia 
meluangkan waktu untuk sekedar menatap mataku 
dan mendengarkan, lalu berkata, “kau akan bisa melewati semua”.
Ah sudahlah, sepertinya keinginan itu terlalu berlebihan…

Hari ini, semangatku kalah dengan energi negatifku rupanya.
Aku memang bangun, bergerak dan, menjalani planing B 
dari kegagalan kemarin, tapi baru memulai saja, rasanya 
aku lelah, lelah karna membayangkan esok harus berlari, 
lelah karna tidak yakin bisa
melompat lebih tinggi.
Lelah karena aku tidak sekuat itu menjaga diri untuk tidak 
mengeluh disini,
Lelah ketika aku merasa, aku bukanlah aku…

Kamis, 16 Januari 2014