Lepas dari drama satu babak kemarin, hidupku kembali
berjalan normal. Menjalani hari-hari seperti biasa, dan
bahkan aku memutuskan mengambil
kesibukan yang
luar biasa, kesibukan yang kubentuk sendiri untuk
mengalihkan beberapa hal yang menyedihkan,
pada skenario kehidupan.
Berkaca dari rencana sebelumnya, seharusnya aku tidak
berada di kota
ini lagi, seharusnya pula aku memulai
hidupku dari nol, menjauhkan diri
dari beberapa
orang yang terlalu sibuk mengurus masalah orang lain
daripada diri mereka sendiri.
Hidup bersama sedikit orang yang mengenalku lalu larut
didalamnya,
sepertinya lebih menenangkan daripada bersama
mereka yang (sok) peduli,
namun sebenernya menjadikan
hidup orang lain sebagai konsumsi pribadi.
Hari ini, beberapa hari setelah rencana yang kususun gagal,
aku
(masih) menenggelamkan diri pada perayaan sepi,
tentu rasanya akan
berbeda jika seseorang bersedia
meluangkan waktu untuk sekedar menatap
mataku
dan mendengarkan, lalu berkata, “kau akan bisa melewati semua”.
Ah sudahlah, sepertinya keinginan itu terlalu berlebihan…
Hari ini, semangatku kalah dengan energi negatifku rupanya.
Aku memang bangun, bergerak dan, menjalani planing B
dari kegagalan
kemarin, tapi baru memulai saja, rasanya
aku lelah, lelah karna
membayangkan esok harus berlari,
lelah karna tidak yakin bisa
melompat lebih tinggi.
Lelah karena aku tidak sekuat itu menjaga diri untuk tidak
mengeluh disini,
Lelah ketika aku merasa, aku bukanlah aku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar