Saat kau tengok rona senja yang memecahkan merah,
Masih adakah bayangku disana?
Menari-nari menerbangkan memori, Membuatmu bahagia, lebih dari ketika kau bersama diri sendiri.
Menyimpan tawa, berkolaborasi, hingga bersenyawa nyata.
Melahirkankan anak-anak rindu yang melenyapkan pilu.
Barangkali inilah keindahan yang dibingkiskan Tuhan,
Dalam sebuah skenario yang melibatkan kita,
Semoga pemeran utamanya masih kamu selamanya.
Sebab, senyummu adalah alasan, pijar bintang di langit hatiku terus menyala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar