Berbicara mengenai patah hati, kupikir kamu tidak akan mengerti bagaimana rasanya kehilanganmu yang masih ada dalam genggamanku.
Memikirkan bahwa kita berjalan bersama namun di dalam aku sendirian,
Mengetahui bahwa hati kita masing-masing sudah saling tidak menjangkau,
Menyadari bahwa aku lelah terus menerus mengertimu,
sebegitu sulitkah untuk kau memahaminya?
Sebab keberadaanku adalah ketiadaan bagimu, aku mencoba memahaminya dengan
mengikhlaskan kisah kita yang kelabu agar dia bisa beristirahat dengan tenang di tempatnya...
Lalu, jika mengabaikanku adalah nyaman bagimu,
maka lepaskanlah
genggamanmu,
sesungguhnya aku terluka terus menerus bersembunyi dibalik
senyumku dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Maaf sayang, aku juga ingin bahagia....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar