Hanya saja, mereka mempunyai cara sendiri-sendiri
untuk merayakannya,
Ada yang menangis, termenung, atau bisa juga mengurung
diri dalam kamar.
Namun ada juga sebagian orang yang menikmati kesedihan
itu dengan tersenyum, tertawa, seperti tidak terjadi apa-apa, mungkin sedikit
munafik harus berpura-pura bahagia, tapi begitulah, hidup kadang mengajarkan
kita “bersandiwara” dengan diri kita sendiri karna tidak semua yang kita
rasakan, harus dikatakan pada semua orang...
Kadang, hanya mereka yang benar-benar pedulilah yang
akan bisa membaca keadaanmu, bahkan disaat kamu sedang berkata bahwa kamu
baik-baik saja.
“Aku bisa saja tersenyum, bahkan bisa tertawa sekeras-kerasnya,
tapi hatiku bergerak...”
“Karena luka adalah sebuah pembelajaran, aku
memahaminya dari dua sudut pandang yang berbeda.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar