Senin, 18 Maret 2013

Refleksi Cinta

Ada seorang gadis, sedang menunggu kabar dari kekasihnya
sedang di ujung yang lain, seorang lelaki sibuk dengan dirinya sendiri

Ada seorang pria, takut kehilangan orang yang di cintainya,
sedang disudut yang lain, wanitanya tak mau lagi peduli

Cinta tak pernah seimbang,
ada garis yang tak bisa menautkan, antara logika dengan perasaan

Cinta tak pernah bodoh,
Kadang sikap dan apapun yang kau tunjukkan untuk memperjuangkannya,
tak pernah cukup membuatnya bertahan.
kadang juga, kamu harus melenyapkan ketakutan,
untuk bisa memahami kehilangan.

Cinta itu pembelajaran,
belajar mencintai, mengerti, mengesampingkan ego sendiri,
bahkan juga...
belajar mengikhlaskan, sesuatu yang (ingin) lepas dari genggaman...

Jumat, 08 Maret 2013

"Aku bukannya tidak bisa melupakanmu, hanya saja.. kenanganmu terlalu kuat untuk tidak diingat..."

Selasa, 19 Februari 2013

"Mungkin waktu bisa menyembuhkan.. tapi kenangan, kadang memerihkan..."

Minggu, 06 Januari 2013

"Aku menerka-nerka, apa yang terjadi disana jika kau tak pernah ada, tapi tak ada satupun yang bisa kubaca, kecuali.. matinya sebuah kehidupan dihatiku."

Rabu, 02 Januari 2013

Ketika ":)" adalah ":("

Berbicara tentang kesedihan, saya pikir setiap orang pernah merasakan perasaan seperti itu,
Hanya saja, mereka mempunyai cara sendiri-sendiri untuk merayakannya,
Ada yang menangis, termenung, atau bisa juga mengurung diri dalam kamar.
Namun ada juga sebagian orang yang menikmati kesedihan itu dengan tersenyum, tertawa, seperti tidak terjadi apa-apa, mungkin sedikit munafik harus berpura-pura bahagia, tapi begitulah, hidup kadang mengajarkan kita “bersandiwara” dengan diri kita sendiri karna tidak semua yang kita rasakan, harus dikatakan pada semua orang...
 Kadang, hanya mereka yang benar-benar pedulilah yang akan bisa membaca keadaanmu, bahkan disaat kamu sedang berkata bahwa kamu baik-baik saja.


“Aku bisa saja tersenyum, bahkan bisa tertawa sekeras-kerasnya,  tapi hatiku bergerak...”

“Karena luka adalah sebuah pembelajaran, aku memahaminya dari dua sudut pandang yang berbeda.”