Ada seorang gadis, sedang menunggu kabar dari kekasihnya
sedang di ujung yang lain, seorang lelaki sibuk dengan dirinya sendiri
Ada seorang pria, takut kehilangan orang yang di cintainya,
sedang disudut yang lain, wanitanya tak mau lagi peduli
Cinta tak pernah seimbang,
ada garis yang tak bisa menautkan, antara logika dengan perasaan
Cinta tak pernah bodoh,
Kadang sikap dan apapun yang kau tunjukkan untuk memperjuangkannya,
tak pernah cukup membuatnya bertahan.
kadang juga, kamu harus melenyapkan ketakutan,
untuk bisa memahami kehilangan.
Cinta itu pembelajaran,
belajar mencintai, mengerti, mengesampingkan ego sendiri,
bahkan juga...
belajar mengikhlaskan, sesuatu yang (ingin) lepas dari genggaman...
Senin, 18 Maret 2013
Jumat, 08 Maret 2013
Minggu, 06 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Ketika ":)" adalah ":("
Berbicara tentang kesedihan, saya pikir setiap orang
pernah merasakan perasaan seperti itu,
Hanya saja, mereka mempunyai cara sendiri-sendiri
untuk merayakannya,
Ada yang menangis, termenung, atau bisa juga mengurung
diri dalam kamar.
Namun ada juga sebagian orang yang menikmati kesedihan
itu dengan tersenyum, tertawa, seperti tidak terjadi apa-apa, mungkin sedikit
munafik harus berpura-pura bahagia, tapi begitulah, hidup kadang mengajarkan
kita “bersandiwara” dengan diri kita sendiri karna tidak semua yang kita
rasakan, harus dikatakan pada semua orang...
Kadang, hanya mereka yang benar-benar pedulilah yang
akan bisa membaca keadaanmu, bahkan disaat kamu sedang berkata bahwa kamu
baik-baik saja.
“Aku bisa saja tersenyum, bahkan bisa tertawa sekeras-kerasnya,
tapi hatiku bergerak...”
“Karena luka adalah sebuah pembelajaran, aku
memahaminya dari dua sudut pandang yang berbeda.”
Langganan:
Postingan (Atom)