Jumat, 29 November 2013

"Bila kamu berpaling karena mengira aku tak lagi peduli, pulanglah.. karena hatiku gagal melakukannya."

Sabtu, 09 November 2013

Kepada kamu; yang selama 16 bulan ini menemani saya.

Saat kau tengok rona senja yang memecahkan merah,
Masih adakah bayangku disana?
Menari-nari menerbangkan memori,  Membuatmu bahagia, lebih dari ketika kau bersama diri sendiri.
Menyimpan tawa, berkolaborasi, hingga bersenyawa  nyata.
Melahirkankan anak-anak rindu yang melenyapkan pilu.

Barangkali inilah keindahan yang dibingkiskan Tuhan,
Dalam sebuah skenario yang melibatkan kita,
Semoga pemeran utamanya masih kamu selamanya.
Sebab, senyummu adalah alasan, pijar bintang di langit hatiku terus menyala.

Jumat, 01 November 2013

Kita (tak lagi) sehati

Aku berjalan di ujung pagi,
Sedang kamu, disana mulai terlelap dengan diri sendiri
Aku menunggu hingga lembayung pekat,
Sedang kamu,
disana mulai bergulat dengan keringat
Mengabaikan senja yang tampil memikat
Kita memang begitu sehati
Tapi itu hanya tinggal imajinasi
Atau barangkali kita butuh introspeksi
Untuk sekedar menyelamatkan rasa agar tidak mati

Dan kini...
Seluas jarak yang membentang
Sebagaimana kamu yang kian jauh dari jangkauan.

Selasa, 20 Agustus 2013


"Kita pernah merayakan rindu dari jauh, sebelum akhirnya kamu jenuh, lalu hatiku terbunuh..."

Rabu, 12 Juni 2013

Surat Dari Seorang Lelaki Kepada Perempuannya :

Suatu hari ketika aku sudah menjadi seseorang.....

Dear kamu yang masih bertahan di tengah kesibukanku,
masihkah kau sibuk menunggu pesan singkat dariku?
masihkah kau berharap layar ponselmu berdering namaku seperti awal kita mengenal dulu?

mungkin aku tak pernah memberikanmu kejutan, mungkin aku juga tak seperti pangeran yang suka membawakan bunga atau memberikanmu hadiah
dan mungkin aku juga kurang romantis,
maafkan aku
tapi itu semua bukan berarti aku tak pernah memikirkanmu
aku memikirkanmu,
sangat memikirkanmu,
tapi entahlah, kesalah pahaman selalu mengusik hubungan kita
dan karena itu, aku jadi kurang sabar menghadapimu, maafkan aku....

Perempuanku,
kau pikir aku tidak sedih ketika kita sedang bertengkar?
meski aku tak pernah menangis sepertimu, tapi ketahuilah.. akupun terluka melukaimu dengan sikapku...

dan aku juga meminta maaf, karna aku tidak bisa berjanji akan menjadi yang terbaik untukmu, tapi aku akan berusaha melakukan terbaik yang bisa ku lakukan...

Suatu hari ketika aku sudah menjadi seseorang,
akan kutemui ayahmu, dan kuminta padanya untuk menggantikannya menjagamu di sisa kemampuanku....
karna aku sudah memilihmu....