Minggu, 06 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Ketika ":)" adalah ":("
Berbicara tentang kesedihan, saya pikir setiap orang
pernah merasakan perasaan seperti itu,
Hanya saja, mereka mempunyai cara sendiri-sendiri
untuk merayakannya,
Ada yang menangis, termenung, atau bisa juga mengurung
diri dalam kamar.
Namun ada juga sebagian orang yang menikmati kesedihan
itu dengan tersenyum, tertawa, seperti tidak terjadi apa-apa, mungkin sedikit
munafik harus berpura-pura bahagia, tapi begitulah, hidup kadang mengajarkan
kita “bersandiwara” dengan diri kita sendiri karna tidak semua yang kita
rasakan, harus dikatakan pada semua orang...
Kadang, hanya mereka yang benar-benar pedulilah yang
akan bisa membaca keadaanmu, bahkan disaat kamu sedang berkata bahwa kamu
baik-baik saja.
“Aku bisa saja tersenyum, bahkan bisa tertawa sekeras-kerasnya,
tapi hatiku bergerak...”
“Karena luka adalah sebuah pembelajaran, aku
memahaminya dari dua sudut pandang yang berbeda.”
Sabtu, 29 Desember 2012
Perempuan mana lagi?
Selain ibumu, coba bilang....
Perempuan mana lagi yang bisa menyayangimu sepenuh hati?
Perempuan mana lagi yang bisa mengkhawatirkanmu
melebihi dirinya sendiri?
Perempuan mana lagi yang bisa memperhatikanmu dengan
teliti?
Perempuan mana lagi yang mau mendoakan bahagiamu
setiap hari?
Coba bilang...!
Aku ingin tau...
Perempuan mana lagi yang mau mendengar keluhanmu setiap hari?
Perempuan mana lagi yang berusaha membuatmu tertawa tanpa henti?
Perempuan mana lagi yang bisa mengistimewakanmu dengan rapi?
Perempuan mana lagi yang terus membuatmu sebel dan selalu berusaha membuatmu setiap detik jatuh hati?
Perempuan mana lagi yang selama ini mau dengan sabarnya menanti?
Perempuan mana lagi yang selama ini mau dengan sabarnya menanti?
Perempuan mana lagi....?
Tolong katakan,
Perempuan mana lagi yang bisa sebodoh aku menuliskan ini diatas ketidak-pekaanmu?
Langganan:
Postingan (Atom)