Rabu, 02 Januari 2013

Ketika ":)" adalah ":("

Berbicara tentang kesedihan, saya pikir setiap orang pernah merasakan perasaan seperti itu,
Hanya saja, mereka mempunyai cara sendiri-sendiri untuk merayakannya,
Ada yang menangis, termenung, atau bisa juga mengurung diri dalam kamar.
Namun ada juga sebagian orang yang menikmati kesedihan itu dengan tersenyum, tertawa, seperti tidak terjadi apa-apa, mungkin sedikit munafik harus berpura-pura bahagia, tapi begitulah, hidup kadang mengajarkan kita “bersandiwara” dengan diri kita sendiri karna tidak semua yang kita rasakan, harus dikatakan pada semua orang...
 Kadang, hanya mereka yang benar-benar pedulilah yang akan bisa membaca keadaanmu, bahkan disaat kamu sedang berkata bahwa kamu baik-baik saja.


“Aku bisa saja tersenyum, bahkan bisa tertawa sekeras-kerasnya,  tapi hatiku bergerak...”

“Karena luka adalah sebuah pembelajaran, aku memahaminya dari dua sudut pandang yang berbeda.”

Sabtu, 29 Desember 2012

Perempuan mana lagi?

Selain ibumu, coba bilang....
Perempuan mana lagi yang bisa menyayangimu sepenuh hati?
Perempuan mana lagi yang bisa mengkhawatirkanmu melebihi dirinya sendiri?
Perempuan mana lagi yang bisa memperhatikanmu dengan teliti?
Perempuan mana lagi yang mau mendoakan bahagiamu setiap hari?
Coba bilang...!
Aku ingin tau...

Perempuan mana lagi yang mau mendengar keluhanmu setiap hari?
Perempuan mana lagi yang berusaha membuatmu tertawa tanpa henti?
Perempuan mana lagi yang bisa mengistimewakanmu dengan rapi?
Perempuan mana lagi yang terus membuatmu sebel dan selalu berusaha membuatmu setiap detik jatuh hati?
Perempuan mana lagi yang selama ini mau dengan sabarnya menanti?
Perempuan mana lagi....?

Tolong katakan,
Perempuan mana lagi yang bisa sebodoh aku menuliskan ini diatas ketidak-pekaanmu?

Senin, 24 Desember 2012

"Tanpamu, 
Aku seperti puisi yang kehilangan rima,
Seperti lagu kehilangan liriknya,
Aku Miskin Kata...."

Bicara tentang Hati


Waktu terus bergerak,
Sementara aku belum beranjak,
Masih terjebak dalam pergulatan
Bekas patah hati sisa kemarin.
Bagaimana aku bisa terus memegang bayangan untuk bisa menemukan jalan pulang, sedang kakiku teramat lelah untuk melangkah?
Dan kini aku menyerah
Ketika cahaya baru mulai menemukanku,
dan memberiku terang di sekeliling sudut gelapku...
Aku jadi nampak,
Bersinar...
Ada,
dan
Aku jatuh cinta....


Rabu, 21 November 2012

Aku (DiA)N Kamu


Jarak terjauh dari kita bukan ketika kamu jauh dari pandangan, tapi kamu yang berada disini denganku, namun hanya dia yang kamu bicarakan.
Saingan terbesarku adalah "masa lalu" kamu, kamu tahu?
Bahkan sekuat apapun aku berteriak , kau selalu menyelipkan "dia" di antara "kita".
Disana... Aku masih bisa membaca, ada serat cinta di setiap kata yang kau ucapkan ketika semua ucapanmu yang pada akhirnya hanya bermuara pada kenangan.
Pada semua kejadian kemarin yang kau jalani bukan denganku,
tapi dengannya, yang pernah singgah lama dan menempati posisi teratas di hatimu.
Bagaimana kamu bisa berjalan lurus ke depan, jika pandanganmu terus menoleh ke belakang?
dan bagaimana kau bisa melihatku, jika binar matamu masih buatnya?
seperti mengejar bayangan yang berlari menjauhiku,
seperti aku kehilanganmu dalam genggamanku......